Keluarga dan Sahabat Baru

Standar

Kemampuan untuk memperhatikan merupakan satu hal yang memberikan arti dan makna hidup yang paling dalam. Pablo Casals

Kita tidak hanya harus mnemberikan apa yang kita miliki; kita juga harus memberikan diri kita. Desire-Joseph Mercier

 

Ketika bapak tua itu datang bertamu, aku bingung.. Dia itu siapa? Dia datang dengan seorang anak kecil yang cantik dan lucu, cucunya. Aku bertanya kepada ibu, “itu siapa bu?”

“Beliau itu sudah beberapa kali ke sini, beliau korban si jeruk”

Aku langsung ingat, peristiwa Si Jeruk, itu terjadi pada tanggal 4 Januari 2006, tepatnya di Dukuh Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara. Siapa yang tidak miris, tanah longsor itu menyebabkan ratusan rumah rusak dan ratusan orang tertimbun tanah, serta puluhan orang meninggal. Seingatku dari berita waktu itu, aku masih kelas 1 SMA.

“Kasian sekali bu..” bibirku bergetar, ya itulah ucapanku pertamakali saat mendengar ternyata beliau, orang tua itu adalah saksi dari peristiwa mengenaskan itu, pada saat beliau akan buang hajat dan shalat subuh beliau berangkat ke kali, mengajak cucu perempuannya itu, sedangkan istrinya masih tidur dirumah, beserta anak dan menantunya juga.

Yang aku tangkap dari cerita ibu, beliau akan melaksanakan shalat subuh bersama cucunya, posisi beliau ada di atas dari pedesaan itu. Mungkin kali tersebut ada di dataran lebih tinggi. Ada suara gemuruh keras sekali, beliau menengok ke sana kemari, dan tak terduga, tanah tiba2 longsor, tapi anehnya, kata beliau.. Tanah itu longsornya tidak melorot ke bawah, namun melompat dan menimbun desa Si Jeruk. Peristiwa yang aneh aku pikir, wallahualam.

Naas nya selain kehilangan tempat tinggal, beliau kehilangan seluruh keluarganya, hanya beliau dan cucu nya tersayang. Tapi di desa lain masih ada sanak saudara. Alhamdulillah. Walaupun beliau sedih atas musibah yang terjadi, beliau tetap semangat manjalani hidup demi cucunya.

Ya beliau yang sudah renta, karena tidak mau merepotkan sanak saudaranya, menumpang di rumahnya. Beliau berjalan bersama cucunya, untuk meminta bantuan ke rumah2 di desa-desa. Meminta bantuan seikhlasnya. Namun, beliau tidak mau diberi uang, jadi ibu dan bapak memberi beras.

Bapak berkata kepada beliau, “Datanglah ke sini di setiap anda butuh sesuatu, dan teman untuk bicara

Oh.. bapak.. Aku terharu mendengarnya,

Suatu saat pada saat aku liburan semester pulang ke rumah, beliau bersama cucunya yang berumur 4-5 tahun tersebut datang, kami menyambutnya dengan suka cita. Aku membuatkannya kopi, dan beliau bercerita tentang banyak hal bersama bapak dan ibu. Aku senang, itulah awal dari persahabatan mereka..

Aku pun ikut mendengarkan dan bersedagurau. Setidaknya ini semua akan sedikit menghiburnya.

Aku sedih, membayangkan ada di posisi beliau.. Aku berdo’a semoga beliau selalu sehat, dan cucunya tumbuh menjadi anak yang baik.

Beliau masih sering datang beberapa waktu kemudian, beliau bilang tidak mau dikasihani dan datang ke rumah karena meminta beras. Tapi, lebih dari itu, karena ingin mengobrol bertukar pikiran..Terutama dengan bapak dan ibu. Ya aku tau, bukan hanya sekedar beras atau makanan saja yang beliau butuhkan, namun seseorang untuk berbagi. Merasakan arti sebuah persahabatan dan manisnya keluarga.

Aku belajar dari peristiwa ini betapa berartinya sebuah keluarga. Ketika kehilangan itu benar2 sangat berat.

Aku belajar dari bapak bahwa pentingnya saling dukung dan saling bantu antar sesama, saling mengasihi dan berbuat baik antar sesama. Karena tepukan tangan di bahu dan punggung sebagai sandaran bagi beberapa orang sangat dibutuhkan. 

Namun, sekarang sudah jarang bahkan tidak pernah, kami penasaran di mana beliau dan cucunya sekarang. semoga selalu dalam lindunganNYA. amin..

silakan baca berita si Jeruk : http://posko-jenggala.org/index.php?option=com_content&view=article&id=61:longsor-banjarnegara&catid=76:jawa&Itemid=77

About ngenesgilak

Gue Kartikasari. Bukan roti dari Bandung, bukan nama truk maupun angkot umum, mungkin nama gue pasaran banget kali ya? -_-", tapi gue bangga nama ini dikasi dari bapak gue tercinta. :'). di sini gue luapin semua kisah kengenesan hidup gue, selama gue masi bernafas,*cieee Let's read them guys!^^

8 responses »

  1. karena keluarga bisa datang dr golongan mana aja, asal kita bisa menerima dan saling membantu🙂
    suatu saat kalo kita butuh bantuan , kita juga pasti berharap ada yg nolong kayak gitu🙂 nice story to share😀

    • iya bener.. keluarga bisa datang dari mana pun dan kapanpun, lewat peristiwa ini bisa tercipta
      sebuah keluarga dan persahabatan yang gak ternilai, dan sangat berarti.🙂
      ya kalo kita berbuat baik, pasti kembalinya baik juga, amin.. trimakasih🙂

  2. jadi inget tsunami aceh, deh.. seperti tanah yang ‘loncat’ itu, aliran air tsunaminya juga ‘belok’ di depan mesjid baiturahman, seakan2 alam memang tengah menunjukkan kebesaranNya. :(( kemana ya kira2 bapak itu.. semoga nggak terjadi sesuatu yang buruk dan mereka selalu dalam perlindunganNya :((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s