IBU

Standar

“ibu…

aku menyayangimu..

sepenuh jiwaku.”

“Tidak ada kata-kata yang cukup untuk mengungkapkan rasa terimakasihku. untuk semua yang telah ibu lakukan untukku ketika aku sedang tumbuh dewasa.
 Aku benar-benar menghargaimu dan mengagumimu, meskipun aku selalu malu-malu mengekspresikan diriku sendiri ketika aku tersentuh oleh semua perhatian dan kasih sayangmu, ibu..
aku belajar banyak tentang kehidupan darimu.. i love you..”

Beberapa hari yang lalu, ibu menelponku. beliau khawatir tentang kesehatanku. menanyakan banyak hal, tentang ujian terakhirku, dan kesehatanku. beliau mengatakan “ai.. kamu ingat jangan makan es, jangan makan coklat. ingat lho.. makan sayur yang banyak..kamu jangan lupa makan 3 kali sehari.. “aku hanya menjawab iya, iya dan iya…

“ai..kapan pulang buat terapi lagi?” “sesudah ujian pendadaran mungkin bu, do’akan ya bu.. semoga lancar.. amin..” dan beliau mengamini…

seperti biasa ucapan salam di akhir telepon.. dan aku membalasnya, kemudian melanjutkan aktivitasku di depan layar komputer.

kemarin lusa..

ibu teman kostku, vita.. biasa menelponku jika telpon vita tidak diangkat atau susah dihubungi. beliau sangat mencemaskan anaknya. aku angkat telepon.

“halo?”

terdengar suara diseberang dengan nada khawatir.

“halo?? ai.. ai.. ada vita kah?”

“oh..vita nya lagi keluar bu..lagi beli maem sama deby..”

“oh.. ai tidak ikut kah? sendirian?” sambil tertawa ramah sekali..

jujur aku menyukai suaranya yang lembut dan keibuan..

“enggak bu.. saya di kost aja, nanti maem bareng di kost sama-sama”

“oh gitu.. tapi vita sehat kan nak?”

“iya bu, vita sehat, baik-baik aja..”

“kamu juga sehat kan ai?”

“alhamdulillah bu..” beliau ramah sekali.. penuh perhatian.

“oh iya.. besok kalo vita wisuda, dateng ya nak.. ibu pengen ketemu kamu..”

“iya.. bu..  tentu saja” sambil tertawa kami berbincang..

“aduh.. ibu itu sering diceritain sama vita lho.. nak ai sering sakit-sakitan.. kasian banget katanya..”

aku hanya diam mendengarkan, aku pikir vita perhatian juga ya.. tak terlihat dengan tingkahnya yang cuek. sebenarnya adalah seorang teman yang sangat peduli dengan sahabatnya..

“banyak makan sayuran ya nak, minum air putih yang banyak… biar gak sakit..”

suaranya, penuh perhatian dan kasih sayang layaknya ibu kepada anak kandungnya.. aku sangat terharu, aku sangat menyukainya..

aku merasakan, beliau seperti ibuku saja yang penuh kehangatan..

“iya bu terimakasih banyak..” aku pun menanyakan keadaan keluarga apakah baik-baik saja, dan alhamdulillah…

aku merasakan sebuah perhatian yang tulus.. dari seorang ibu, ibu sahabatku.

entah mengapa..aku ingin bertemu dengan beliau.

semoga suatu hari nanti bisa mengobrol lebih banyak dengan bertatap muka..

dan aku sendiri sekarang mengerti..

“ada suatu hal yang tidak bisa dibeli di dunia ini, ketulusan..”

dan.. aku menemukan suatu yang baru..

“seorang ibu tidak hanya yang melahirkan, tidak hanya yang membesarkan, namun seorang ibu bisa datang kapan saja dari bibir yang tulus..”

About ngenesgilak

Gue Kartikasari. Bukan roti dari Bandung, bukan nama truk maupun angkot umum, mungkin nama gue pasaran banget kali ya? -_-", tapi gue bangga nama ini dikasi dari bapak gue tercinta. :'). di sini gue luapin semua kisah kengenesan hidup gue, selama gue masi bernafas,*cieee Let's read them guys!^^

6 responses »

    • Ibu adalah yg paling mengasihimu di dunia
      Memiliki Ibu, adalah anugerah paling berharga

      suka banget kata2 itu..🙂
      iya.. alhamdulillah ibu memang sumber inspirasi buat kita, seorang ibu sangat mengagumkan.🙂
      salam kenal…

  1. tersentuh…
    hmph
    kalau ngomongin ibu emang tiada tara yah…,..
    gw pernah posting cerita calon seorang ibu yang usia kehamilannya sudah besar tapi tetap gigih bekerja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s